



S.S. Lazio
oleh: Penggemar Setia Ramayoner



| Nama lengkap | Società Sportiva Lazio SpA | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Julukan | Biancocelesti (Putih dan Biru Langit) Aquilotti (Elang Muda) Le Aquile (Si Elang) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama singkat | LAZ | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Didirikan | 9 Januari 1900 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Stadion | Stadion Olimpico Roma, Italia (Kapasitas: 82,656) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ketua | Claudio Lotito | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Head Coach | Delio Rossi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Liga | Serie A | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2007-08 | Serie A, 12 klasemen | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
S.S. Lazio (Società Sportiva Lazio SpA) adalah sebuah tim sepak bola Italia yang berbasis di kota Roma, didirikan pada 9 Januari 1900. Awalnya didirikan sebagai klub atletik, seksi sepak bola dibentuk pada tahun 1902. Hingga saat ini klub Lazio membawahi berbagai cabang olah raga, antara lain baseball, kriket, dan rugby Pada musim kompetisi 2005/2006 berakhir, Lazio bersama dengan beberapa tim lain (AC Milan, Juventus, Fiorentina, dan Reggina) dijatuhi hukuman pengurangan poin akibat skandal calciopoli yang menghebohkan Italia.
Musim 1999-2000 merupakan masa emas bagi klub ini sepanjang kiprah mereka di kompetisi sepak bola profesional Italia dan Eropa dengan merebut berbagai gelar bergengsi.
Daftar isi |
Rivalitas
Lazio memiliki rivalitas dengan tim sekota yakni A.S. Roma. Lazio dan A.S. Roma menjalani partai derby yang disebut dengan derby della capitalle ("derby antara tim ibukota"). Pertandingan dengan A.S. Roma dalam Derby Della Capitalle selalu penuh gengsi dan menghadirkan sebuah partai yang seru, untuk membuktikan tim terkuat yang ada di ibukota Italia, Roma.
Selain dengan AS Roma, Lazio memiliki rivalitas dengan klub Italia lainnya, yaitu Livorno yang disebabkan oleh perbedaan pandangan politik dari pendukung dan pemimpin klub masing-masing. Selain itu, Lazio juga memiliki rival lain, yaitu dengan Napoli.
Pendukung Lazio, selain memiliki rival juga memiliki teman dan kedekatan dengan pendukung tim lain, yaitu dengan Inter Milan, Triestina, dan Hellas Verona. Selain memiliki teman dan kedekatan dengan pendukung tim lain di Italia, Lazio juga memilikinya di Eropa, yaitu dengan suporter Real Madrid dan Chelsea
Suporter
Para pendukung utama Lazio banyak yang merupakan penduduk dengan tempat domisili di utara kota Roma atau disebut dengan biancolleste. Irriducibili Lazio adalah sebuah wadah untuk suporter fanatik dari klub Lazio yang terbesar dan terbanyak anggotanya di Italia.
Pemain
2008/2009
| Kiper | |
|---|---|
| 1 | |
| 86 | |
| 89 | |
| Gelandang | |
|---|---|
| 4 | |
| 5 | |
| 6 | |
| 8 | |
| 11 | |
| 17 | |
| 23 | |
| 24 | |
| 49 | |
| 68 | |
| 81 | |
| Penyerang | |
|---|---|
| 10 | |
| 18 | |
| 19 | |
| 20 | |
| 26 | |
| 90 | |
| Pelatih | |
|---|---|
Pemain Terkenal
Prestasi
2 Serie A
- 1973/1974
- 1999/2000
- 1957/1958
- 1997/1998
- 1999/2000
- 2003/2004
- 1998
- 2000
- 1998/1999
- 1999
Pranala luar
| | |
|---|---|
| Atalanta • Bologna • Cagliari • Catania • Chievo • Fiorentina • Genoa • Inter Milan • Juventus • Lazio • Lecce • Milan • Napoli • • Palermo • Parma • Reggina • Roma • Sampdoria • Siena • Torino • Udinese | |
Tahun ini genap 10 tahun aku menjadi seorang Laziale. Dimulai ketika usiaku 12 tahun, tepatnya pada tahun 1998, sebaris kata telah mengubah hidupku selanjutnya, dan kata itu adalah LAZIO. Tak ada sesuatu yang spesial dari kata LAZIO, tidak pemainnya, tidak prestasinya, tidak warnanya, tidak lambangnya, tidak pula prestasinya. Hanya LAZIO apa adanya. Tahun-tahun sekitar 1998-2001 merupakan puncak pencapaian seorang Laziale, ditandai dengan raihan Scudetto, Piala Winners, Piala Super Eropa, Copa Italia dan Super Italia. Warna birulangit menggema di dunia. Namun masa-masa itu tidak pernah terulang kembali, dimana sekarang LAZIO adalah sebuah klub yang berjuang mencari pencapaian terbaiknya. Beruntung, rasa Lazialita ini masih terus berderu di hati terdalam.
Ketika Lazio diatas, aku seorang Laziale sebaliknya ketika Lazio sedang terpuruk, aku juga tetap bangga mengatakan aku seorang Laziale. Di atas segalanya Laziale adalah pilihan hidup, dimana loyalitas dan kesetiaan manusia diukur dari prinsip yang dipegang seumur hidupnya. Biarpun merah, biru hitam, merah hitam, hitam putih mengelilingi dan mendekap pikiranku, hal tersebut hanyalah selayang pandang. Apakah itu hanya sebatas emosionalitas sementara? Tidak untuk kesetiaan selama 10 tahun, tidak untuk hidup terpisah puluhan ribu kilometer dari klub tercinta.
Biarkanlah masa-masa sulit ini dikenang sebagai masa yang akan diingat untuk beberapa tahun ke depan, masa-masa dimana Lazialita kita diuji dan masa-masa dimana godaan semakin besar. Percayalah, masa depan masih panjang dan kita tidak sendiri. Karena tanpa masa-masa sulit ini, maka kita tidak akan pernah menjadi seorang Laziale yang setia dan masa inilah perasaan Lazialita tumbuh semakin besar. Terima Kasih, Lazio atas segalah masa-masa indah yang pernah aku lalui. Tak ada masa yang suram bersamamu.
Bendera-bendera dikibarkan. Satu kesatuan yang dihormati. Hanya Lazio yang dicinta.
(Bandiera da sventolare. Una Maglia da rispettare. Solo La Lazio Da Amare)


is is is...... sang penggemar,. :-)
BalasHapus