Kamis, 26 Februari 2009

BIOGRAFI TOKOH HMI

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla

jk

Muhammad Jusuf Kalla lahir di Wattampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942. Ia menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin Makassar tahun 1967 dan The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977). Pada Oktober 2004 menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) berhasil sebagai pemenang Pemilu. SBY dilantik sebagai Presiden RI ke-6 dan M. Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden RI ke-10. Pasangan ini menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama kali dipilih rakyat secara langsung.

Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Presiden RI ke-4), M. Jusuf Kalla dipercayakan selama kurang dari setahun (1999-2000) sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI merangkap Kepala Bulog. Pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004) ia dipilih menduduki jabatan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Jusuf Kalla kemudian mengundurkan diri sebagai Menko Kesra RI sebelum maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain tugas-tugas sebagai Menko Kesra, M. Jusuf Kalla telah meletakkan kerangka perdamaian di daerah konflik Poso, Sulawesi Tengah, dan Ambon, Maluku. Lewat pertemuan Malino I dan Malino II dan berhasil meredakan dan menyelesaian konflik di antara komunitas Kristen dan Muslim.

Kunjungan kerjanya sebagai Menko Kesra ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada awal tahun 2004 memberinya inspirasi untuk menerapkan pengalaman penyelesaian konflik Ambon-Poso di NAD. Upaya penyelesaian Aceh di dalami dan dilanjutkan penanganannya saat setelah dilantik menjadi Wakil Presiden RI. Akhirnya, kesepakatan perdamaian untuk NAD antara Pemerintah dan tokoh-tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berhasil ditandatangani di Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005.
Pengalaman pada organisasi pemuda/mahasiswa seperti Ketua HMI Cabang Makassar tahun 1965-1966, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965-1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967-1969 memberi bekal untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sulit tersebut.

Tahun 1965 sesaat setelah pembentukan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), M. Jusuf Kalla terpilih menjadi Ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan dan Tenggara (1965-1968). Kemudian, terpilih menjadi Anggoa DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Periode 1965-1968 mewakili Sekber Golkar. Pada Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Bali, bulan Desember 2004 ia terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar Periode 2004-2009. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat DPP Golkar, dan menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Utusan Golkar (1982-1987), serta Anggota MPR-RI Utusan Daerah (1997-1999).
Putra pasangan Hadji Kalla dan Hajjah Athirah ini sebelum terjun ke pemerintahan dikenal luas oleh dunia usaha sebagai pengusaha sukses. Usaha-usaha yang dirintis ayahnya, NV. Hadji Kalla, diserahkan kepemimpinannya sesaat setelah ia diwisuda menjadi Sarjana Ekonomi di Universitas Hasanuddin Makassar Akhir Tahun 1967.
Di samping menjadi Managing Director NV. Hadji Kalla, juga menjadi Direktur Utama PT Bumi Karsa dan PT Bukaka Teknik Utama.

Usaha yang digelutinya, di samping usaha lama, ekspor hasil bumi, dikembangkan usaha yang penuh idealisme, yakni pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi guna mendorong produktivitas masyarakat pertanian.
Anak perusahaan NV. Hadji Kalla antara lain; PT Bumi Karsa (bidang konstruksi) dikenal sebagai kontraktor pembangunan jalan raya trans Sulawesi, irigasi di Sulsel, dan Sultra, jembatan-jembatan, dan lain-lain. PT Bukaka Teknik Utama didirikan untuk rekayasa industri dan dikenal sebagai pelopor pabrik Aspal Mixing Plant (AMP) dan gangway (garbarata) di Bandara, dan sejumlah anak perusahaan di bidang perumahan (real estate); transportasi, agrobisnis dan agroindustri.

Atas prestasinya di dunia usaha, Jusuf Kalla dipilih oleh dunia usaha menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan (1985-1997), Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia (1997-2002), Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Sulawesi Selatan (1985-1995), Wakil Ketua ISEI Pusat (1987-2000), dan Penasihat ISEI Pusat (2000-sekarang).

Di bidang pendidikan, Jusuf Kalla menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Hadji Kalla yang mewadahi TK, SD, SLTP, SLTA Athirah, Ketua Yayasan Pendidikan Al-Ghazali, Universitas Islam Makassar. Selain itu, ia menjabat Ketua Dewan Penyantun (Trustee) pada beberapa universitas, seperti Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar; Institut Pertanian Bogor (IPB); Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar; Universitas Negeri Makassar (UNM), Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina; Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNHAS.

Di kalangan ulama dan pemuka masyarakat, nama Jusuf Kalla dikenal sebagai Mustasyar Nahdhatul Ulama Wilayah Sulawesi Selatan, melanjutkan tugas-tugas dan tanggung jawab ayahnya, Hadji Kalla, yang sepanjang hidupnya menjadi bendahara NU Sulsel juga menjadi bendahara Masjid Raya, Masjid Besar yang bersejarah di Makassar. Ketika akan membangun masjid bersama Alm. Jenderal M. Jusuf, Jusuf Kalla dipilih menjadi Ketua Yayasan Badan Wakaf Masjid Al-Markaz al-Islami (Masjid Jend. M. Jusuf). Sekarang, Masjid tersebut menjadi Masjid termegah di Indonesia Timur.
Di kalangan agama-agama lain selain Islam, Jusuf Kalla dipilih menjadi Ketua Forum Antar-Agama Sulsel.

Penggemar olah raga golf ini, selama sepuluh tahun (1980-1990) menjadi Ketua Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM) dan Pemilik Club Sepak Bola Makassar Utama (MU) tahun 1985-1992.

H. M. Jusuf Kalla yang menikah dengan Nyonya Hajjah Mufidah Jusuf telah dikaruniai satu putra dan empat putri serta dikaruniai sembilan cucu.

Selain tugas rutin, Wakil Presiden Republik Indonesia juga melaksanakan program-program strategis pemerintah Indonesia, meliputi: revitalisasi pertanian dan kehutanan, pertanian; peningkatan kinerja industri dalam negeri dengan membangun industri listrik, dan industri pertahanan, energi dan sumber daya mineral; pekerjaan umum dengan percepatan pembangunan jalan tol Trans-Jawa, jalan di luar Jawa serta proyek pengairan skala menengah.

Program strategis Wakil Presiden Republik Indonesia juga mencakup: percepatan pembangunan bandara udara, pelabuhan dan kereta api; perdagangan dengan peningkatan ekspor; kelautan untuk peningkatan produksi perikanan; tenagakerja dengan penyelesaian masalah perburuhan; perumahan dengan membangun rumah susun; pariwisata dengan peningkatan; bidang BUMN dengan peningkatan kinerja BUMN; bidang Usaha Kecil Menengah dengan menghidupkan kembali sistem jaminan untuk kredit kecil; dan bidang penanaman modal dengan menyusun program perbaikan Doing Business.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla
Tempat/Tgl. Lahir : Watampone, 15 Mei 1942
Alamat Rumah : Jl. Denpasar Raya CIII/9 Kuningan Jakarta Pusat
Isteri : Ny. Mufidah Jusuf
Tempat/Tgl. Lahir : Sibolga, 12 Februari 1943
Anak-anak :

  1. Muchlisa Jusuf
  2. Muswirah Jusuf
  3. Imelda Jusuf
  4. Solichin Jusuf
  5. Chaerani Jusuf
  6. Cucu : (1). Ahmad Fikri; (2) Mashitah; (3) Jumilah Saffanah; (4) Emir Thaqib; (5) Rania Hamidah; (6) Aisha Kamilah; (7) Siti Safa; (8) Rasheed; dan (9) Maliq Jibran.


Pendidikan Terakhir : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin Makassar, 1967

PENGALAMAN PEMERINTAHAN

  • 1999 – 2000 : Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia
  • 2001 – 2004 : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rayat Republik Indonesia
  • 2004 – Sekarang : Wakil Presiden RI

PARTAI GOLKAR

  • N P A G : 20000000066
  • 1965 – 1968 : Ketua Pemuda Golkar Sulsel
  • 1978 – 1999 : Anggota Dewan Penasehat DPD Golkar Sulawesi Selatan
  • 1999 – 2005 : Anggota Dewan Penasehat DPP Gololongan Karya (Golkar)
  • 2005 – sekarang : Ketua Umum DPP Golkar


LEMBAGA LEGISLATIF

  • 1965 – 1968 : Anggota DPRD Sulsel, mewakili Pemuda Sekber Golkar
  • 1982 – 1987 : Anggota MPR – RI Utusan Golkar


BIDANG AGAMA

  • Ketua Yasan Badan Wakaf Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar
  • Bendahara Masjid Raya Makasar
  • Mustasyar NU Sulsel
  • Ketua Forum Antar-Agama Sulsel


BIDANG OLAHRAGA

  • 1980-1990 : Ketua PSM Makassar
  • 1985-1992 : Ketua Klub Sepak Bola Makassar Utama
  • 1980-1990 : Bendahara PERBAKIN Sulawesi Selatan

BIDANG ORGANISASI MAHASISWA

  • 1964-1966 : Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNHAS Makassar
  • 1965-1966 : Ketua Umum HMI Cabang Makassar
  • 1966-1968 : Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Sulawesi Selatan


BIDANG ORGANISASI PROFESI

  • 1985-1997 : Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan
  • 1997-2002 : Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia
  • 1985-1995 : Ketua Umum Ikaan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulawesi Selatan
  • 1987-2000 : Wakil Ketua ISEI Pusat
  • 2000-Sekarang : Penasehat ISEI Pusat
  • 1990-Sekarang : Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanudin, Makassar.
  • 1987-1992 : Anggota MPR RI (Anggota Badan Pekerja) - Utusan Golkar
  • 1992-1997 : Anggota MPR RI (Anggota Badan Pekerja) - Utusan Daerah
  • 1997-1999 : Anggota MPR RI (Anggota Badan Pekerja) - Utusan Daerah

BIDANG DUNAI USAHA

  • 1969-2001 : Direktur Utama NV. Hadji Kalla
  • 1969-2001 : Direktur Utama PT. Bumi Karsa
  • 1988-2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
  • 1988-2001 : Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
  • 1988-2001 : Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa
  • 1995-2001 : Komisaris Utama PT Bukaka Siagtel International

BIDANG SOSIAL/PENDIDIKAN

  • 1982-Sekarang : Ketua Umum Yayasan Pendidikan Hadji Kalla
  • 1990-Sekarang : Ketua Umum Yayasan pendidikan Al-Gozali Universitas Islam Makassar
  • 1975-1995 : Ketua Yayasan Badan Wakaf Universitas Muslim Indonesia, Makassar
  • 1975-Sekarang : Ketua Perguruan islam Dutumuseng, Makassar
  • 1980-Sekarang :
  • Anggota Dewan Penyantun Universitas Hasanudin,
  • Anggota Dewan Penyantun IAIN Makassa,
  • Anggota Dewan Penyantun UNM/IKIP Makassar.
  • 2002-Sekarang : Anggota Wali Amanat IPB-Bogor.
  • 2006-Sekarang : Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina.

Senin, 09 Februari 2009

S.S. Lazio

oleh: Penggemar Setia Ramayoner






Lazio
Nama lengkap Società Sportiva Lazio SpA
Julukan Biancocelesti (Putih dan Biru Langit)
Aquilotti (Elang Muda)
Le Aquile (Si Elang)
Nama singkat LAZ
Didirikan 9 Januari 1900
Stadion Stadion Olimpico
Roma, Italia
(Kapasitas: 82,656)
Ketua Claudio Lotito
Head Coach Delio Rossi
Liga Serie A
2007-08 Serie A, 12 klasemen

Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
 
Kostum kandang
Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
 
Kostum tandang
Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
 
Kostum ketiga

S.S. Lazio (Società Sportiva Lazio SpA) adalah sebuah tim sepak bola Italia yang berbasis di kota Roma, didirikan pada 9 Januari 1900. Awalnya didirikan sebagai klub atletik, seksi sepak bola dibentuk pada tahun 1902. Hingga saat ini klub Lazio membawahi berbagai cabang olah raga, antara lain baseball, kriket, dan rugby Pada musim kompetisi 2005/2006 berakhir, Lazio bersama dengan beberapa tim lain (AC Milan, Juventus, Fiorentina, dan Reggina) dijatuhi hukuman pengurangan poin akibat skandal calciopoli yang menghebohkan Italia.

Musim 1999-2000 merupakan masa emas bagi klub ini sepanjang kiprah mereka di kompetisi sepak bola profesional Italia dan Eropa dengan merebut berbagai gelar bergengsi.

Daftar isi

Rivalitas

Lazio memiliki rivalitas dengan tim sekota yakni A.S. Roma. Lazio dan A.S. Roma menjalani partai derby yang disebut dengan derby della capitalle ("derby antara tim ibukota"). Pertandingan dengan A.S. Roma dalam Derby Della Capitalle selalu penuh gengsi dan menghadirkan sebuah partai yang seru, untuk membuktikan tim terkuat yang ada di ibukota Italia, Roma.

Selain dengan AS Roma, Lazio memiliki rivalitas dengan klub Italia lainnya, yaitu Livorno yang disebabkan oleh perbedaan pandangan politik dari pendukung dan pemimpin klub masing-masing. Selain itu, Lazio juga memiliki rival lain, yaitu dengan Napoli.

Pendukung Lazio, selain memiliki rival juga memiliki teman dan kedekatan dengan pendukung tim lain, yaitu dengan Inter Milan, Triestina, dan Hellas Verona. Selain memiliki teman dan kedekatan dengan pendukung tim lain di Italia, Lazio juga memilikinya di Eropa, yaitu dengan suporter Real Madrid dan Chelsea

Suporter

Para pendukung utama Lazio banyak yang merupakan penduduk dengan tempat domisili di utara kota Roma atau disebut dengan biancolleste. Irriducibili Lazio adalah sebuah wadah untuk suporter fanatik dari klub Lazio yang terbesar dan terbanyak anggotanya di Italia.

Pemain

2008/2009


Kiper
1 Argentina Juan Pablo Carrizo
86 Fernando Muslera
89 Vincent Degré
Bek
2 Stephan Lichtsteiner
7 Italia Manuel Belleri
3 Serbia Aleksandar Kolarov
13 Italia Sebastiano Siviglia
16 Italia Alessandro Tuia
22 David Rozehnal
25 Brasil Emilson Sanchez Cribari
29 Italia Lorenzo De Silvestri
32 Ştefan Radu
87 Mobido Diakité
Gelandang
4 Italia Fabio Firmani
5 Italia Cristian Brocchi
6 Ousmane Dabo
8 Brasil Francelino Matuzalem (pinjaman)
11 Italia Stefano Mauri
17 Italia Pasquale Foggia
23 Mourad Meghni
24 Argentina Cristian Daniel Ledesma
49 Italia Antonio Cinelli
68 Christian Manfredini
81 Italia Simone Del Nero
Penyerang
10 Argentina Mauro Zárate (pinjaman)
18 Italia Tommaso Rocchi
19 Goran Pandev
20 Libor Kozák
26 Stephen Makinwa
90 Italia Ettore Mendicino
Pelatih
Italia Delio Rossi


Pemain Terkenal

Prestasi

2 Serie A

  • 1973/1974
  • 1999/2000

4 Piala Italia

  • 1957/1958
  • 1997/1998
  • 1999/2000
  • 2003/2004

2 Piala Super Italia

  • 1998
  • 2000

1 Piala Winners

  • 1998/1999

1 Piala Super Eropa

  • 1999

Pranala luar