Sabtu, 07 Februari 2009

Pandangan Umum Pemilu

Proses Pemilu 2009 Rawan Potensi Konflik

Jakarta – Suara-suara ketidakpuasan akibat pengumuman hasil verifikasi administrasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap partai-partai baru dinilai hanya sebuah awal dari rangkaian hal yang dapat memicu konflik dalam proses pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 nanti.

Hal tersebut diungkapkan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung dalam Latihan Kader II Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ciputat di Aula Insan Cita, Ciputat, Banten, Rabu siang (11/6).

Diungkapkan oleh Akbar, hasil verifikasi faktual yang akan diumumkan oleh KPU akan menimbulkan reaksi partai-partai yang dinyatakan tidak dapat mengikuti Pemilu 2009. Akbar juga mengharapkan agar KPU nanti dapat menjelaskan alasannya, agar gejolak politik dapat segera diatasi.

”Karena bagaimana pun fungsi politik adalah untuk mengelola perbedaan dan partai juga diharapkan mampu mengelola konflik yang ada,” ujar Akbar.

Selain masalah verifikasi, Akbar menilai proses kampanye juga menyimpan potensi konflik yang cukup besar. Pelaksanaan kampanye yang akan berlangsung selama 9 bulan itu masih menyisakan ketidakjelasan dalam pelaksanaannya.

”Memang disebutkan kampanye tersebut adalah kampanye yang kualitatif di mana dilakukan dialog di ruangan tertutup. Tapi tidak jelas ruang tertutup seperti apa yang dimaksud,” jelas Akbar.

Sesuai sebagai kapasitasnya sebagai pemberi materi pelatihan bagi calon kader HMI, Akbar juga mengajak para anggota menjadi pengawas independen untuk memastikan pemilu berjalan lancar sekaligus memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar